Seputar Peradilan

Pacitan, 11 September 2024 – Pengadilan Agama (PA) Pacitan hari ini Rabu, 11 September 2024 pukul 13.00 WIB turut berpartisipasi dalam kegiatan Diklat Teknis Di Tempat Kerja (DDTK) Menulis Berita yang diselenggarakan oleh Pengadilan Agama Kota Kediri yang menghadirkan redaktur Jawa Pos Surabaya Juneka Subaihul Mufid sebagai narasumber pada pelatihan jurnalistik hari ini.
Berita sebagai salah satu unsur penting bagi Pengadilan dalam kelancaran pelaksanaan tupoksi dan kinerja yang menjadi core business yaitu pemberian layanan penegakan hukum yang prima sehingga tercipta kepuasan masyarakat pencari keadilan. Banyak kegiatan dan berbagai bentuk informasi pelayanan hukum di Pengadilan yang belum tersampaikan kepada publik secara baik dan masif melalui suatu pemberitaan media, terutama media elektronik atau online. Sering ditemukan bahwa di Pengadilan hanya mengejar kuantitas berita, namun mengabaikan kualitas berita yang disajikan.
Tujuan dilaksanakan kegiatan belajar ilmu jurnalistik ini adalah untuk meningkatan kualitas SDM Tim Media di Pengadilan Agama dalam menyusun dan mempublikasikan berita serta memilih media yang tepat agar berita atau informasi yang disampaikan tepat sasaran dan efektif, sehingga masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi terkait kegiatan dan layanan di Pengadilan Agama Pacitan.

Materi yang dipaparkan di forum DDTK kali ini bertajuk “Meracik Kata Meramu Berita”. Selaku narasumber, Juneka mengatakan, "Bagaimana agar berita kita dapat disampaikan kepada masyarakat dengan baik terdapat pada teknik pembuatan berita, mulai dari cara pembuatan judul yang menarik dan menimbulkan curiousity atau bahasa anak zaman sekarang disebut “bikin kepo”, sehingga tertarik untuk membaca lebih lanjut". Secara rinci Beliau menyampaikan pakem-pakem dalam membuat berita seperti, seberapa penting berita itu untuk dipublikasikan, seberapa aktual berita itu, kedekatan, ketokohan, magnitude, keunikan berita yang menggelitik pembaca, dan human interest.
“Ingat, kalau kita menyusun judul berita jangan berlebih dari delapan kata”, sambungnya. Tingginya antusiasme peserta yang mengikuti dan bertanya menunjukkan pentingnya belajar berita.

