Seputar Peradilan
Pacitan, 29 Mei 2024 - Pengadilan Agama Pacitan turut serta dalam acara Wisuda Purnabakti yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu, 29 Mei 2024. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diadakan untuk menghormati tiga Ketua Pengadilan Tinggi Agama yang akan memasuki masa purnabakti.

Ketiga Ketua Pengadilan Tinggi Agama yang diwisuda adalah Dr. H. Bahruddin Muhammad, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Empud Mahpudin, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang dan Drs. Ilham Abdullah, S.H., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kupang. Prosesi wisuda ini dipimpin langsung oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, dan dilaksanakan secara Virtual.

Dr. H. Bahruddin Muhammad, S.H., M.H., yang selama ini dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, kini mengakhiri masa baktinya dengan penuh kebanggaan dan pencapaian. Demikian pula dengan Dr. H. Empud Mahpudin, S.H., M.H., dan Drs. Ilham Abdullah, S.H., yang masing-masing telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dan kemajuan Pengadilan Tinggi Agama di Semarang dan Kupang.

Acara wisuda purnabakti ini juga dihadiri oleh segenap jajaran peradilan agama dari berbagai daerah, termasuk dari Pengadilan Agama Pacitan. Kehadiran secara virtual ini tidak mengurangi kekhidmatan dan rasa hormat terhadap para pejabat yang akan memasuki masa purnabakti.


Dalam sambutan yang mulia Ketua Mahkamah Agung mengucapkan selamat kepada bapak Dr. H. Bahruddin Muhammad, S.H., M.H., Bapak Dr. H. Empud Mahpudin, S.H., M.H., dan Bapak Drs. Ilham Abdullah, S.H., karena Bapak sekalian telah berhasil melewati masa-masa pengabdian dengan gemilang. seiring langkah memasuki masa purnabakti dalam keadaan sehat walafiat. Pengabdian Bapak bertiga adalah perjalanan panjang penuh makna sekaligus menjadi inspirasi bagi insan peradilan, perjalanan karir telah mengantarkan bapak bertiga hingga ketahap Paripurna, mencapai puncak jabatan tertinggi seorang Hakim dalam tingkat judex facti, kedudukan ini merupakan karunia Allah yang wajib kita syukuri sebab tidak semua Hakim mampu meraih prestasi seperti bapak bertiga, di antara rekan dan sahabat kita ada yang harus terhenti karirnya di tengah jalan baik itu kena sakit tersandung persoalan hukum bahkan ada yang meninggal dunia sebelum memasuki usia purna bakti. Dalam setiap momen purna bakti ada pelajaran penting yang patut kita petik dan kita renungkan yaitu bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini termasuk pangkat kedudukan dan jabatan, semua pengalaman yang kita lalui dunia ini adalah bersifat temporer kita yang dulu bukan siapa-siapa lalu di amanahi jabatan untuk waktu sementara dan kelak pada akhirnya kita harus melepas semuanya kembali untuk tidak menjadi siapa siapa lagi. Kendati demikian kita berkesempatan untuk membuat semua ini menjadi bernilai dan ketika kita mampu memanfaatkan semua karunia Allah ini untuk menjadi ladang pengabdian dengan disertai keikhlasan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Keikhlasan adalah faktor utama yang membuat seseorang dapat merasakan kebahagiaan sejati dalam hidupnya.

Dengan adanya wisuda purnabakti ini, diharapkan generasi penerus di lingkungan peradilan agama dapat terus termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam melayani masyarakat dan menegakkan keadilan.
Upacara wisuda purnabakti yang dilaksanakan secara virtual ini di tutup dengan bacaan Hamdallah. Helmi

