
Pacitan | 8 Maret 2022. Wakil Ketua Bapak Muhammad Gafuri Rahman, S.Ag., M.H.I, Panitera Bapak Drs. Wahyudin, Panitera Muda Hukum Bapak Mochamad Mu'ti, S.H., serta Panitera Muda Gugatan Bapak Dedy Rukmono, S.H., telah berkumpul di ruang media center Pengadilan Agama Pacitan untuk mengikuti Pembinaan Kompetensi Tenaga Teknis yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama secara online melalui zoom meeting, pukul 14.00 WIB.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H sekaligus memberikan arahan dan sambutan.
"Putusan Pengadilan adalah Mahkota Hakim, sedangkan Eksekusi Putusan merupakan Mahkota Pengadilan. Apabila putusan tidak dapat dilaksanakan, maka tentu saja kewibawaan lembaga pengadilan semakin lama akan semakin hilang di mata masyarakat. Meskipun hanya sebagian putusan pengadilan yang tidak dapat dilaksanakan, namun dampak negatifnya akan dirasakan oleh semua lembaga peradilan. Oleh sebab itu, maka perlu upaya kita bersama menjaga kualitas putusan pengadilan dengan memberikan pertimbangan hukum yang baik, benar, serta dengan hati yang jernih, asas kemanfaatan dan memastikan setiap putusan pengadilan itu dapat dilaksanakan, agar masyarakat memperoleh haknya sesuai dengan isi putusan", ungkap beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan bimbingan teknis secara daring ini merupakan bagian ini upaya Ditjen Badilag untuk meningkatkan kemampuan Ketua Pengadilan, Panitera dan Jurusita/Jurusita Pengganti dalam melaksanakan eksekusi putusan.
Pada kesempatan kali ini Ditjen Badilag mengambil tema "Problematika Pelaksanaan Putusan Peradilan Agama" yang diisi oleh narasumber Yang Mulia Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial Bapak Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H.
Tujuan diselenggarakannya pembinaan tenaga teknis ini yaitu dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas tenaga teknis di lingkungan peradilan agama dalam permasalahan teknis yustisial. Selain diikuti secara online melalui zoom meeting, kegiatan ini juga dapat disaksikan secara langsung (live streaming) melalui kanal youtube Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.
